Berkunjung ke Ciujung

By priya3rh

Foto Silaturahmi Bersama saat Berkunjung ke Ciujung

“Bob, tanggal 27 lu siap kan?” Begitulah layanan pesan singkat (Short Message Services/SMS) yang dikirimkan H.M. Taufik (Opik) melalui telepon seluler (ponsel)-nya ke ponsel Priyambodo RH (Ibob) pada 17 Oktober 2007.

Pak Haji Opik menyampaikan pesan singkatnya itu sehubungan rencana kumpul-kumpul alumni Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Tengah 01 Pagi tahun 1979, selepas Temu Kangen yang berlangsung pada Minggu, 5 Agustus 2007, di sekolah yang telah kita semua tinggalkan 28 tahun lalu.

Di sela-sela “Kelas Kangen” 5 Agustus 2007, sejumlah Alumni 1979 memang ada yang berbincang-bincang santai untuk bertemu kembali selepas Idul Fitri 1428 Hijriyah (H). Dan, Ibob pun menawarkan kediaman keluarganya di Perumahan Lippo Ciujung Baru, Serang, Banten, sebagai lokasi pertemuan silaturahmi tersebut.

Bahkan, sejumlah teman (antara lain Haji Opiek, “Usu” Sulastri, Sutarno, “Ucok” Abdurahman, “Kikin Gede” Sodikin, “Kikin Kecil” A. Mutaqin, Edi Sukmana, “Ade” Dwi Iriansyah dan Ibob) selepas “Kelas Kangen” itu masih sempat “ngobrol-ngobrol” di pelataran parkir SDN Kampung Tengah 01 mengenai acara silaturahmi itu.

Waktu pun berjalan, dan Haji Opik selaku Pak Ketua Alumni 1979 memang terbilang paling rajin menjadi penghubung kami semua, serta tidak pernah lupa mengingatkan untuk bertemu lagi selepas Lebaran 2007.

Dan, Alhamdulillah pada Minggu, 27 Oktober 2007, ada selusin (11) Alumnus 1979 dapat berkunjung ke Perumahan Lippo Ciujung Baru, Jalan Kerinci XI Nomor 3 – 5, Serang, Banten. Seminggu sebelumnya, Haji Opik dan Ibob sempat mengirimkan SMS undangan silaturahmi itu ke semua alumnus 1979 yang nomor ponselnya terdaftar. Jadi, di hari Minggu itu ada 12 alumnus (Nunung Maryani, Chaerifah, Sulastri, drg. Liza Ramdhani, H.M. Taufik, Sutarno, Abdurahman, Yuliono, Sodikin, Sonny Haryanto, Priyambodo RH, dan A. Mutaqin) bisa saling bertemu, berbagi cerita, dan berdiskusi kecil untuk lebih mengakrabkan Alumni 1979.

Acara silaturahmi terasa membawa kembali ke masa SD, manakala kami semua mencicipi es “goyang” (lantaran proses pembuatannya digoyang-goyang dalam kotak kaleng) yang dibawa Liza. Saat ini ada sejumlah nama untuk es semacam itu. Hanya saja, bagi kami semua lebih mengenalnya dengan nama es goyang layaknya yang pernah ada dan dijual di halaman SDN Kampung Tengah 01 di waktu lalu.

Dalam perbincangan santai di antara kami, Haji Opik sempat mengemukakan rasa syukur dan terima kasih lantaran kami bisa bersama kembali. “Walaupun yang bisa hadir baru segini, tapi Insya Allah silaturahmi ini mendapat berkah-NYA, dan Alumni 1979 diberi kesempatan untuk bertemu kembali dalam jumlah lebih banyak lagi,” ucap Pak Haji.

Sebelumnya, rekan Prihartanto (Pipri), Dwi Iriansyah (Ade), dan Iwan Muryawan sempat mengirimkan SMS menyesal tidak dapat hadir dalam acara silaturahmi tersebut lantaran kesibukan masing-masing yang tidak dapat ditinggalkan.

Haji Opik pun menyampaikan sejumlah gagasan yang mungkin bisa dilaksanakan Alumni 1979 bagi kepentingan masyarakat luas, terutama bagi SDN Kampung Tengah 01 Pagi yang pernah menjadi tempat kami semua bertemu setiap hari sekira enam setengah (6,5) tahun. Kebetulan, sejumlah alumnus saat di Kelas Kangen sempat membicarakan kemungkinan mengadakan khitanan massal di SD kami itu, yang tentunya melibatkan dr. Estu Maulida. Liza pun di Kelas Kangen sempat melontarkan gagasan mengumpulkan buku layak baca bagi SD kami.

Di sela-sela perbincangan santai di Ciujung Baru itu, Sonny mengajukan gagasan untuk saling bertukar informasi peluang usaha/kerja bagi kami semua dengan harapan lebih menyejahterakan semuanya. “Paling tidak, kita bisa saling membantu kalau ada teman membutuhkan pekerjaan, dan kebetulan ada teman lain yang memiliki peluang pekerjaan,” begitulah antara lain yang dikemukakan Sonny.

Oleh karena itu, kami pun saling bertukar informasi sekaligus membuat daftar peluang usaha yang bisa dimanfaatkan secara bersama-sama. Dalam hal ini, Haji Opik meminta kesediaan Yuliono (Nano Kecil) menjadi Seksi Usaha di Alumni 1979.

Adapun informasi dan daftar peluang usaha yang dapat dimanfaatkan Alumnus 1979, untuk sementara adalah sebagai berikut:

  • Abdurahman (Ucok) dan Edi Sukmana di bidang jasa layanan mechanical electrical, antara lain jasa perbaikan AC, dan barang-barang elektronik;
  • Sodikin (Kikin Gede) di bidang jasa layanan peralatan pesta dan alat-alat musik;
  • Sonny Haryanto di bidang jasa layanan tiket pesawat PT Garuda Indonesia;
  • Yuliono (Nano Kecil) di bidang jasa pembelian/penjualan kendaraan bermotor;
  • Sulastri (Usu) dan Nur Hermiastuti di bidang jasa layanan katering dan jasa boga (catatan: Usu sempat membawa kue buatannya yang “Hmmm….nyam…nyami sekali kelezatannya.” );
  • Sutarno di bidang jasa kebersihan dan perawatan gedung perkantoran (cleaning service), jasa konstruksi, maupun sewa kendaraan dan peralatan kebersihan rumah/kantor;
  • Hermawan di bidang jasa layanan rumah produksi (Production House/PH) tayangan acara televisi, termasuk paket sinematografi elektronik (sinetron), dan sewa kendaraan bermotor.

Informasi dan daftar peluang usaha ini tentunya masih belum lengkap, dan kami semua berupaya lebih memperluas lagi. Beberapa hari setelah silaturahmi di Ciujung Baru, A. Mutaqin mengabari Haji Opik kalau sempat terbantu dengan kemampuan Ucok guna membenahi jaringan listrik di kediamannya. Ya, Ucok dan Edi Sukmana memang memiliki keahlian memperbaiki berbagai peralatan elektronik rumah tangga, termasuk alat pengatur suhu (Air Conditioning/AC) di rumah maupun perkantoran.

Selain itu, kami sepakat untuk bertemu kembali enam bulan lagi, tepatnya di bulan April 2008. Liza yang bakal menjadi tuan rumah dalam silaturahmi berikutnya. Eh iya, Liza sebelumnya sempat beradu “suit” atau “gamsut” atau apalah namanya dengan Sutarno untuk “bersaing” menjadi tuan rumah silaturahmi pada April 2008.

Acara berkunjung ke Ciujung pun berujung sekira pukul 16-an, dan kami semua sebelum berpisah untuk bertemu kembali menyempatkan diri berfoto bersama.

(1808.RH)

Satu Tanggapan ke “Berkunjung ke Ciujung”

  1. Liza Berkata:

    Dear temans,

    Alhamdulillah, pertemuan kedua antar kita sudah berlangsung baik dan memberi hasil yang cukup memuaskan.
    Respon positif dari temens dan keluarga memuluskan silahturahmi, sehingga dimasa datang diharapkan tidak ada lagi rasa yang mengganjal.

    Untuk Bapak Joko Subandrio teman kita yang jauh di Riau, respon positifnya membuat kita semua semangat untuk mendorong kumpulan ini menjadi sesuatu yang lebih positif, semoga!

    Kita tunggu Bapak Joko, untuk hadir pada pertemuan berikutnya.

    Liza RW//

Tinggalkan Balasan