Berkunjung ke Ciujung

November 2, 2007

Foto Silaturahmi Bersama saat Berkunjung ke Ciujung

“Bob, tanggal 27 lu siap kan?” Begitulah layanan pesan singkat (Short Message Services/SMS) yang dikirimkan H.M. Taufik (Opik) melalui telepon seluler (ponsel)-nya ke ponsel Priyambodo RH (Ibob) pada 17 Oktober 2007.

Pak Haji Opik menyampaikan pesan singkatnya itu sehubungan rencana kumpul-kumpul alumni Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Tengah 01 Pagi tahun 1979, selepas Temu Kangen yang berlangsung pada Minggu, 5 Agustus 2007, di sekolah yang telah kita semua tinggalkan 28 tahun lalu.

Di sela-sela “Kelas Kangen” 5 Agustus 2007, sejumlah Alumni 1979 memang ada yang berbincang-bincang santai untuk bertemu kembali selepas Idul Fitri 1428 Hijriyah (H). Dan, Ibob pun menawarkan kediaman keluarganya di Perumahan Lippo Ciujung Baru, Serang, Banten, sebagai lokasi pertemuan silaturahmi tersebut.

Bahkan, sejumlah teman (antara lain Haji Opiek, “Usu” Sulastri, Sutarno, “Ucok” Abdurahman, “Kikin Gede” Sodikin, “Kikin Kecil” A. Mutaqin, Edi Sukmana, “Ade” Dwi Iriansyah dan Ibob) selepas “Kelas Kangen” itu masih sempat “ngobrol-ngobrol” di pelataran parkir SDN Kampung Tengah 01 mengenai acara silaturahmi itu.

Waktu pun berjalan, dan Haji Opik selaku Pak Ketua Alumni 1979 memang terbilang paling rajin menjadi penghubung kami semua, serta tidak pernah lupa mengingatkan untuk bertemu lagi selepas Lebaran 2007.

Dan, Alhamdulillah pada Minggu, 27 Oktober 2007, ada selusin (11) Alumnus 1979 dapat berkunjung ke Perumahan Lippo Ciujung Baru, Jalan Kerinci XI Nomor 3 – 5, Serang, Banten. Seminggu sebelumnya, Haji Opik dan Ibob sempat mengirimkan SMS undangan silaturahmi itu ke semua alumnus 1979 yang nomor ponselnya terdaftar. Jadi, di hari Minggu itu ada 12 alumnus (Nunung Maryani, Chaerifah, Sulastri, drg. Liza Ramdhani, H.M. Taufik, Sutarno, Abdurahman, Yuliono, Sodikin, Sonny Haryanto, Priyambodo RH, dan A. Mutaqin) bisa saling bertemu, berbagi cerita, dan berdiskusi kecil untuk lebih mengakrabkan Alumni 1979.

Acara silaturahmi terasa membawa kembali ke masa SD, manakala kami semua mencicipi es “goyang” (lantaran proses pembuatannya digoyang-goyang dalam kotak kaleng) yang dibawa Liza. Saat ini ada sejumlah nama untuk es semacam itu. Hanya saja, bagi kami semua lebih mengenalnya dengan nama es goyang layaknya yang pernah ada dan dijual di halaman SDN Kampung Tengah 01 di waktu lalu.

Dalam perbincangan santai di antara kami, Haji Opik sempat mengemukakan rasa syukur dan terima kasih lantaran kami bisa bersama kembali. “Walaupun yang bisa hadir baru segini, tapi Insya Allah silaturahmi ini mendapat berkah-NYA, dan Alumni 1979 diberi kesempatan untuk bertemu kembali dalam jumlah lebih banyak lagi,” ucap Pak Haji.

Sebelumnya, rekan Prihartanto (Pipri), Dwi Iriansyah (Ade), dan Iwan Muryawan sempat mengirimkan SMS menyesal tidak dapat hadir dalam acara silaturahmi tersebut lantaran kesibukan masing-masing yang tidak dapat ditinggalkan.

Haji Opik pun menyampaikan sejumlah gagasan yang mungkin bisa dilaksanakan Alumni 1979 bagi kepentingan masyarakat luas, terutama bagi SDN Kampung Tengah 01 Pagi yang pernah menjadi tempat kami semua bertemu setiap hari sekira enam setengah (6,5) tahun. Kebetulan, sejumlah alumnus saat di Kelas Kangen sempat membicarakan kemungkinan mengadakan khitanan massal di SD kami itu, yang tentunya melibatkan dr. Estu Maulida. Liza pun di Kelas Kangen sempat melontarkan gagasan mengumpulkan buku layak baca bagi SD kami.

Di sela-sela perbincangan santai di Ciujung Baru itu, Sonny mengajukan gagasan untuk saling bertukar informasi peluang usaha/kerja bagi kami semua dengan harapan lebih menyejahterakan semuanya. “Paling tidak, kita bisa saling membantu kalau ada teman membutuhkan pekerjaan, dan kebetulan ada teman lain yang memiliki peluang pekerjaan,” begitulah antara lain yang dikemukakan Sonny.

Oleh karena itu, kami pun saling bertukar informasi sekaligus membuat daftar peluang usaha yang bisa dimanfaatkan secara bersama-sama. Dalam hal ini, Haji Opik meminta kesediaan Yuliono (Nano Kecil) menjadi Seksi Usaha di Alumni 1979.

Adapun informasi dan daftar peluang usaha yang dapat dimanfaatkan Alumnus 1979, untuk sementara adalah sebagai berikut:

  • Abdurahman (Ucok) dan Edi Sukmana di bidang jasa layanan mechanical electrical, antara lain jasa perbaikan AC, dan barang-barang elektronik;
  • Sodikin (Kikin Gede) di bidang jasa layanan peralatan pesta dan alat-alat musik;
  • Sonny Haryanto di bidang jasa layanan tiket pesawat PT Garuda Indonesia;
  • Yuliono (Nano Kecil) di bidang jasa pembelian/penjualan kendaraan bermotor;
  • Sulastri (Usu) dan Nur Hermiastuti di bidang jasa layanan katering dan jasa boga (catatan: Usu sempat membawa kue buatannya yang “Hmmm….nyam…nyami sekali kelezatannya.” );
  • Sutarno di bidang jasa kebersihan dan perawatan gedung perkantoran (cleaning service), jasa konstruksi, maupun sewa kendaraan dan peralatan kebersihan rumah/kantor;
  • Hermawan di bidang jasa layanan rumah produksi (Production House/PH) tayangan acara televisi, termasuk paket sinematografi elektronik (sinetron), dan sewa kendaraan bermotor.

Informasi dan daftar peluang usaha ini tentunya masih belum lengkap, dan kami semua berupaya lebih memperluas lagi. Beberapa hari setelah silaturahmi di Ciujung Baru, A. Mutaqin mengabari Haji Opik kalau sempat terbantu dengan kemampuan Ucok guna membenahi jaringan listrik di kediamannya. Ya, Ucok dan Edi Sukmana memang memiliki keahlian memperbaiki berbagai peralatan elektronik rumah tangga, termasuk alat pengatur suhu (Air Conditioning/AC) di rumah maupun perkantoran.

Selain itu, kami sepakat untuk bertemu kembali enam bulan lagi, tepatnya di bulan April 2008. Liza yang bakal menjadi tuan rumah dalam silaturahmi berikutnya. Eh iya, Liza sebelumnya sempat beradu “suit” atau “gamsut” atau apalah namanya dengan Sutarno untuk “bersaing” menjadi tuan rumah silaturahmi pada April 2008.

Acara berkunjung ke Ciujung pun berujung sekira pukul 16-an, dan kami semua sebelum berpisah untuk bertemu kembali menyempatkan diri berfoto bersama.

(1808.RH)

Kelas Kangen di Hari Minggu, 05 Agustus 2007

Agustus 5, 2007

| View Show | Create Your Own

Agustus 5, 2007

Temu Kangen SDN 01 Kampung Tengah lulusan tahun 1979

Selamat Datang di “Kelas Kangen” SDN 01 Kampung Tengah 1979

Agustus 5, 2007

Kisah Terajut Kembali Setelah 28 Tahun Berlalu

“… kisah kasih di sekolah, tak kan terlupa… tiada masa paling indah… kisah kasih di sekolah…,” demikian lantunan suara dr. Estu Maulida bersama A. Mutaqin diiringi organ tunggal Sodikin, mengutip lagu “Kisah Kasih di Sekolah” cipta karya Obbie Messakh.

Ya, kisah kasih, jalinan persahabatan di masa-masa sekolah memang tak ‘kan terlupa. Apalagi, masa-masa di Sekolah Dasar (SD) yang menempatkan sekira enam setengah tahun bersama. Mulai bermain bersama, saling olok, sesekali ada pertengkaran di antara siswa, bahkan ada pula terselip “cinta monyet” yang justru sering melahirkan suasana “malu-malu kucing” ala kenaifan masa kanak-kanak yang kemudian hari menjadi lelucon di antara kami semua.

Masa-masa di SD itu pula yang sulit dipungkiri telah membuat kami semua kemudian menyadari betapa selama sekira enam tahun bersama akhirnya membuat pucuk pertemanan siswa tumbuh menjadi persahabatan, kemudian berkembang lebih jauh menjadi persaudaraan.

Enam setengah tahun bersama hampir setiap harinya tentu bukanlah masa yang pendek, dibanding saat kita kemudian mengenyam kebersamaan berikutnya di masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama tiga tahun, dan berlanjut ke tiga tahun berikutnya di masa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tepat pada hari Minggu, 05 Agustus 2007, ada 24 dari 53 siswa SDN 01 Kampung Tengah lulusan Tahun Ajaran 1978/1979 bertemu lagi di lokasi kami pernah menuntut ilmu. Banyak di antara kami –terutama yang selepas lulus atau dalam jangka waktu lama tidak pernah berkunjung ke SDN 01 Kampung Tengah– cukup kaget menyaksikan perubahan drastis di masa enam setengah tahun di sana, dan kembali lagi sekira 28 tahun kemudian.

O ya, kami sempat duduk di kelas enam selama satu setengah tahun (periode Januari 1978 hingga Juni 1979) lantaran saat itu berlaku kebijakan baru dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P & K, kala itu), Bp. DR Daoed Joesoef, yang mengubah masa pelajaran dari periode tahun takwim (Januari – Desember) menjadi tahun ajaran baru periode pertengahan tahun. Kebijakan itu konon mengikuti tahun ajaran layaknya di berbagai negara lain, seperti di Eropa, Amerika, Australia, bahkan negara tetangga di Asia.

Ibarat melintasi “mesin waktu” (layaknya kisah di buku “Time Machine” torehan tangan HG Wells), kami sudah tidak melihat lagi sekolah berbentuk huruf “L” dan berlapangan tanah merah serba guna (bisa untuk bermain bola kasti/gebok, sepak bola, gobak sodor/galasin, patil lele/gatrik, bulu tangkis/badminton, bahkan adu kelereng/gundu). Pohon jambu mente/mede/monyet pun sudah tak ada lagi. Semua berganti menjadi gedung kembar yang kokoh saling berhadapan, dan masing-masing di depannya bertuliskan SDN 01 Kampung Tengah dan SDN 02 Kampung Tengah. Pada masa kami dulu, SDN 01 untuk kelas pagi hingga siang hari (07.00 – 12.00 WIB), sedangkan SDN 02 berlangsung siang sampai dengan sore harinya (13.00 – 17.00 WIB).

Setelah 28 tahun berlalu, ternyata kami merajut kembali kisah bersama –kisah pertemanan, persahabatan, bahkan persaudaraan– yang secara kasat mata seakan sempat terputus layaknya butiran benih bunga yang tersebar mengikuti tiupan angin. Angin takdir membuat kami berpencar-pencar sekian lama, mulai dari situasi dan kondisi melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, hingga kemudian berkeluarga. Namun, hampir setengah dari kami semua akhirnya bisa bertemu kembali, tertawa bersama mengenang kisah kasih berteman dan bersahabat, serta bersaudara yang menjadi kian erat.

Para lulusan SDN 01 Kampung Tengah tahun 1979 sempat berfoto bersama, walau sayangnya dr. Estu Maulida, Aiptu Pol. Sudarsono dan Chaerifah tidak ada dalam gambar lantaran pulang terlebih dulu guna memenuhi tugas masing-masing.

Dalam acara Temu Kangen itu, kami sepakat untuk membuat satu wadah Ikatan Keluarga ’79 yang memiliki susunan organisasi sebagai berikut:

-.Ketua : H.M. Taufik alias Opiek

-.Sekretaris : Soetarno alias Tarno “Pak Item” dan Sulastri (Usu)

-.Bendahara : Nur Hermiastuti alias Nur

-.Seksi Sosial : dr. Estu Maulida alias Etus

-.Seksi Dana : drg. Liza Ramdhani alias Liza

-.Seksi Acara : Sodikin alias Kikin Gede

-.Seksi Humas : Hermawan alias Wawan, dan Priyambodo alias Ibob.

Para alumni yang hadir dalam Temu Kangen itu sepakat untuk saling bahu-membahu “berbuat sesuatu” bagi SDN 01 Kampung Tengah, dan kami mengagendakan Temu Kangen berikutnya tahun 2008. Sekalipun, beberapa di antara kami ada yang sepakat bahwa usai Idul Fitri 1428 H (Hari Raya Lebaran 2007) sudah pula mengagendakan bertemu kembali.

Lulusan SDN 01 Kampung Tengah tahun 1979 yang hadir di Temu Kangen tersebut adalah sebagai berikut (disebutkan secara urutan alfabet, seperti absen di masa lalu): 1. A. Baidhowi (Ubay),2. Abdurahman Saleh (Ucok), 3. A. Mutaqin (Kikin Kecil), 4. Chaerifah, 5. Dwi Iriansyah (Ade), 6. Edy Sukmana, 7. Eni Ruspiatin, 8. Estu Maulida (Etus), 9. Hermawan (Wawan), 10. Iwan Revsi Zubain, 11. Liza Ramdhani, 12. M. Taufik (Opiek), 13. M. Isa Hawari (Heri “Pak Yunus”), 14. Muji Lestari, 15. Nunung Maryani, 16. Nur Hermiastuti, 17. Okah, 18. Priyambodo (Ibob), 19. Sodikin (Kikin Gede), 20. Sonny Haryanto, 21. Sri Widiarti (Arti), 22. Sudarsono (Nano Gede), 23. Sulastri (Usu), 24. Sutarno (Tarno “Pak Item”). Sedangkan, Iwan Muryawan hadir “secara batin” lantaran niatnya untuk hadir terkendala dan ia pun mengirimkan salam (melalui SMS ke telepon seluler/ponsel Haji Opiek) sekaligus mohon maaf karena berhalangan.

Adapun, alumni SDN 01 Kampung Tengah 1979 yang belum bisa hadir di Kelas Kangen di hari Minggu, 5 Agustus 2007, adalah 1. Bali Wartini, 2. Bara Pajudana, 3. Cecep Kusmana, 4. Dwi Heruswita (Ita), 5. Eli Kalsum, 6. Hery Wardoyo, 7. Imam Panca Kusnaryono (Yoni), 8. Iwan Muryawan, 9. Joko Subandrio, 10. Kalvanoski (Inos), 11. Minaryati (Mimin), 12. Mulyanti, 13. Prihartanto (Pipri), 14. Rusmana, 15. Sri Mulyani, 16. Sri Roningsih, 17. Sudaryanto (Tato), 18. Sugeng Purnomo, 19. Suharto, 20. Susi Widarti, 21. Sutriman, 22. Tohanto, 23. Trysdianto, 24. Wahyuningsih (Nining), 25. Wiratanu, 26. Yuliono (Nano Kecil), dan 27. Yusty Aryani.

Selain itu, Pak Wahyono dan Aris (mewakili ayahnya yang wali kelas kami, Pak Boin Syamsudin) juga hadir di Temu Kangen.

Selepas Temu Kangen, beberapa di antara kami pun saling berkirim pesan singkat (Short Message Service/SMS) maupun surat elektronik (electronic mail/e-mail)-nya guna mengungkapkan isi hati dan buah pikirannya. Antara lain:

Chaerifah: “Seandainya saya bertemu teman-teman SD bukan di acara reuni, saya tidak mungkin mengenali teman-teman saya.”

A. Mutaqin (Kikin Kecil) : “Saya terkesan sekali, ternyata alumnus SDN Kp Tengah 01 Pagi Tahun 1979 selain banyak yang sukses dalam karier, tetapi tidak lupa dengan teman lama, bahkan seperti saudara. Semoga kita semua diberi kesehatan & panjang umur oleh Allah SWT. Amien.”

Sodikin (Kikin Gede) : “Iya tuh, kaya’nya kalo kumpul begitu, 28 tahun yang lalu seperti baru kemaren. Pengen banget berlama-lama, cuma memang maklum dengan kesibukan masing-masing, walaupun hari libur… Selamat juga untuk H.M. Taufik sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni SD Zero One ’79/IKASDROWAN-KT79). He..he..he.. Se kate-kate …”

Suharto: “Iya, saya maaf Pik, bukannya ‘ga mau datang, karena saya lagi ada acara di Puncak. Insya Allah lain waktusaya datang. Salam buat keluarga.” (Catatan: Suharto yang kesehariannya berdinas di Kepolisian Resort/Polres Kemayoran, Jakarta Pusat, mengirimkan SMS-nya ini kepada H.M. Taufik)

Hery Wardoyo (herry_w66@yahoo.com) : “Mohon maaf teman-teman, saya tidak bisa hadir, dikarenakan menghadiri pernukahan sepupu. Sebetulnya saya juga pingin hadir, pingin tahu seperti apa sih tampangnya teman-teman setelah 28 tahun. Banyak tampang teman-teman kalau ketemu di jalan pasti ‘nggak ‘ngenalin. Contohnya, waktu Sonny ke tempat ku aja aku sudah lupa sama dia, apalagi sama yang lain ya? Lihat foto yang ada ‘aja aku sudah lupa tuh siapa-siapa orangnya.. hehehe, maklum sudah tua kali ya? Gimana kabarnya Pak Wartawan (Ibob)?… hehehe… Oke deh salam buat teman-teman semua, lain waktu Insya Allah saya bisa datang. (Catatan: Hery Wardoyo menulis e-mailnya setelah berkunjung ke Web Blog Kelas Kangen ini)

Berangkat dari Temu Kangen di hari Minggu, 05 Agustus 2007 (eh, ternyata pas Hari Ulang Tahun-nya Soetarno lho!… Jangan lupa ya No, lu janji ‘nraktir kami lho!, Laen hari harus dibayar!…), maka Web Blog ini dari kami –Alumni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kampung Tengah Lulusan 1979– sembahkan untuk seluruh para guru (juga para pensiunannya), siswa-siswi yang masih menempuh ilmu, dan alumni SDN 01 Kampung Tengah tercinta di mana pun berada.

Tak lupa pula, kami kenang sekaligus teriring doa bagi guru (Ibu Sumiyati, Almh.) dan dua rekanita sesama lulusan 1979 (Sri Widarti alias Darti, Almh. dan Sulistyowati, Almh.) yang telah berpulang ke Rahmatullah.

O ya, bagi anggota Ikatan Keluarga ’79 yang ingin melihat sekaligus menggunduh (download) ataupun mengunggah (upload) foto-foto Kelas Kangen di hari Minggu, 5 Agustus 2007, silakan berkunjung ke: http://www.rockyou.com/show_my_gallery.php?source=ppsl&instanceid=79797999

Sampai Jumpa di lain kisah kasih di SDN 01 Kampung Tengah. (1808.PRH)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.